aku ngakuin banyak sekali perubahan dalam diriku yang sebenarnya aku gak ngerti kenapa aku bisa jadi begini, dan aku gak pengen jadi seperti ini.
Well, mari kita lihat beberapa karakterku dimasa lalu. aku ambil tahun 2009 ya, yang gak terlalu jauh.
1. aku dulu nggak berani nggepuk anak cowok.
2. aku dulu nggak terobsesi pada kain flanel dan pita polkadot.
3. aku dulu gampang banget kangen bu rusna laksmisari.
4. aku dulu setiap 2 hari sekali main ke SMA 9.
5. aku dulu agak alay.
6. aku dulu naksir seorang yang sudah punya pasangan.
7. aku dulu ga peduli berapa umurku
8. aku dulu berpikir "kalo aku maen ke sma 9 aku harus pake jilbab gede dan rok panjang"
9. aku dulu gak suka nggambar
10. aku dulu aktif bikin puisi
11. aku dulu dikit2 dengerin My Chemical Romance
12. aku terobsesi buat masakin Bu Rusna.
13. aku gatel pengen berorganisasi. makanya itu tenggang waktu menunggu pengumuman SNMPTN aku pake berorganisasi di spektrum.
14. aku belum punya banyak vocabulary of dirty words
15. aku masih rajin liqo
16. aku masih rajin main sama mbak2 akhwat
17. aku sempat membela sebuah parpol dan mencuri jargonnya untuk sebaris puisi (karena 2009 kan pas pemilu yah)
18. aku masih malu2 bergaul dengan legato, soalnya dulu itu aku mendadak terkenal. ada kakak kelas njodoh2in aku dengan seorang yang wajahnya mirip aku. and I didn't know how to overcome it.
19. aku dikejar2 target amal yaumi
20. aku ga suka cilok.
21. tahun 2009 itu, mulai januari sampe juli akhir yang aku pikirin cuma satu: PINDAH JURUSAN DENGAN CARA IKUT SNMPTN LAGI. cuma itu yang aku pikirkan.
akhirnya waktu berlalu begitu cepat, aku pindah jurusan, beradaptasi dengan perkuliahan yang beda, new learning materials, pemikiran2 yang baru dan membentuk aku yang baru.
sebagai orang yang berada di fase remaja akhir, tentunya aku menginginkan pemantapan setelah beberapa proses perubahan. Ya Allah, inikah perubahan yang selama ini aku cari?
aku yang dulu bangga pake jilbab panjang dan ingin menjadi ketupel Strawberry Cream. aku yang dulu ingin mempersatukan anak2 BDI sekota malang. aku yang dulu ngebet belajar piano. aku yang dulu mekso2 ngadaptasi lagu barat jadi nasyid, hingga aku mengerti yang namanya isu plagiarisme D'Massive dan Vierra.
Dan inilah aku yang sekarang. aku yang kini memegang jabatan penting di Legato, HMJ sastra Inggris. setiap event yang diadakan legato, aku hampir selalu pegang peran penting. dan aku kini mengerti betapa paniknya dituntut banyak hal. betapa paniknya dikejar deadline. betapa sulitnya ngobrak2 anak buah yang geje. betapa sakit hatinya menghadapi sarana prasarana yang ga bisa diajak kerjasama.
Dan inilah aku yang sekarang. aku yang kini punya dosen kesayangan yang masih muda. aku ingin menganggapnya kakakku sendiri.
Dan inilah aku yang sekarang. aku yang ingin merasakan pengalaman punya kerja sampingan. aku memilih untuk menerima tawaran bekerja sebagai guru ekskul di sebuah pondok pesantren di daerah kabupaten. ternyata sekolah tempatku kerja itu sangat indah. asri dan aku betah disana. walau di sekolah itu ternyata memberlakukan peraturan yang ekstrim dan kelewat kolot menurutku. kolot menurut seorang muslimah yang tidak terikat paham tertentu.
Dan inilah aku yang sekarang. aku yang tiap hari ngecek blognya diana rikasari. aku ingin seperti dia, dan alhamdulillah keinginan itu tak membuatku merengek kepada orangtuaku minta baju-baju lucu. Alhamdulillah aku tetap angie yang kreatif me mix and match baju2 yang aku punya. alhamdulillah aku gak fanatik harus pake baju bermerek. tapi aku akui sejak fashion sense ku meningkat, aku jadi membelanjakan gajiku untuk membeli kacamata baru (FYI, minusku ternyata nambah setengah). dan kacamataku itu, gak tanggung-tanggung, kacamata geeky (cuma kacanya lebih kecil), framenya tebal warna putih dan belum ada yang punya kacamata kayak gitu ! yes....
Dan inilah aku yang sekarang. tiba-tiba aku menemukan info di Facebooknya mocca (salah satu dari segelintir band indonesia yang aku suka) bahwa mereka mengeluarkan EP. aku mendonlot salah satu lagunya, Lucky me. eh aku jatuh cinta dan terdorong mendonlot lagu lainnya. dan jadinya sekarang: semua lagu mocca aku punya dan aku kini terdaftar sebagai anggota SwingingFriends (mocca's friendsclub) dan kita membentuk stuktur organisasi. Wah, aku nambah satu pengalaman organisasi lagi nih.
Dan inilah aku yang sekarang. kebanggaanku terhadap fashion membuatku semakin ingin show up. aku sering me mix and match baju2 lama sehingga keliatan lucu. dan aku narsis. tau sendiri akibatnya apa : aku jadi semakin rajin aplot foto di FB. aku makin narsis abis. well, karakter narsisku ini - dan rasa senang dihatiku ketika banyak fotoku di fb which means aku eksis - sangat bertentangan dengan kawan-kawanku, mbak-mbak Akhwat di Dakwah Sekolah malang (DS). akhwat2 DS meyakini bahwa seorang akhwat tidak boleh memasang foto di FB dengan alasan: wajah kita terlalu berharga untuk dilihat banyak orang (hei, aku tipe orang yang nampang, mbak!) ; kasian ikhwan2nya - daripada mereka ga bisa nundukkan pandangan (hey, masih banyak yang lebih appealing daripada saya.... kenapa kok kita yang ga boleh majang foto di fb) ; dan khawatir foto diedit jadi porno (well, kalo masalah itu, lebi banyak yang ga jadi korban editan daripada yang editan). aku sempat menyuarakan pendapatku di FB ini dan yang aku dapatkan adalah aku eyel2an sama mbak2 akhwat. intinya mereka - yang notabene sudah teryakinkan entah oleh siapa atau apa bahwa akhwat gak boleh nampang - hanya bisa ngelus dada menyikapi kenarsisanku dan tetap ingin membelokkan aku ke pemahaman mereka. One point that makes me think that I'm no longer in the same path with the DS members. Karena apa ya? karena aku sudah jarang bersama mereka, dan aku jauh lebih bahagia bersama anak2 Legato? Lembaga spektrum (punyanya ds juga) yang aku ikuti ini vakum? dulu petingginya spektrum ngehimbau kita untuk gak ikut organisasi lain, itu bilangnya pas aku masih dalam masa terminal, dan belum ikut legato. dan aku sampe aktif kuliah pun spektrum tetep adem dan vakum, proker tinggallah proker, syuro ga ketemu ujung perealisasian proker, aku gatel gak ikut organisasi. akhirnya aku memilih ikut legato. aku nyari organisasi ya yang dekat sama aku. aku mahasiswa sastra inggris dan therefore I want to involve in an organization related to my status as an English Dept student. LEGATO. dan aku akhirnya jatuh cinta sama legato. jangan salahkan aku kalo setiap kali diajak syuro aku sudah ada janji rapat sama legato. Dan aku sangat mengamini omongannya mas gading (ketua legato taun 2008), "Can't find any better organization than legato. bertaun2 aku ikut organisasi, still legato's the best!"
jadi, Haloooooo DS???
Dan inilah aku yang sekarang. aku yang suka scrapbook dan ingin membikin scrapbook yang outstanding. sehingga kamarku berantakan karenanya.
Dan inilah aku yang sekarang. aku yang tertawa terpingkal2 melihat sebuah kalung flanel sederhana dijual 30ribu di sebuah onlineshop. aku membuktikan dengan membuat kalung yang sama dan harganya gak sampe 10 ribu. dan sekarang, udah banyak kalung buatanku yang sering aku pake ke kampus. semoga statement necklace tetep populer sampe 10 taun kedepan.
Dan inilah aku yang sekarang, seorang procrastinator bahkan untuk hal2 sepele sekalipun.
tapi yang namanya hal2 kecil kalo ditimbun pasti jadi besar.
Dan inilah aku yang sekarang. aku yang mulai memaksa otakku berpikir kritis dan mendalam. aku sakit hati dan depresi oleh cecaran dan cacian ibuku yang bilang aku childish. karena itulah aku memaksa otakku berpikir lebih luas namun aku selalu merasa cakupan pemikiranku belum seluas yang aku inginkan. namun temenku bilang aku gak perlu mikir sejauh itu. ada lagi yang bilang aku mikir diluar konteks. nah lho.
Untuk belajar kritis, aku bergaul dengan beberapa kakak kelas yang terkenal ke-kritisannya, aku juga sering diskusi di statusnya dosenku, dan mencoba sharing dengan mereka. walau kuakui aku kadang ga bisa mengikuti jalan pikiran mereka.
Tapi aku belajar untuk bisa melihat seluas itu, setidaknya sebagai bahan argumen untuk tugas argumentative writing. aku sering ga terima melihat orang lain punya pendapat lain yang lebih relevan dan convincing daripada aku.
Ya Allah, paragraf terakhir itulah yang menceritakan pengalamanku saat ini. aku benci kalo aku tetep berpikiran terlalu simpel. I need to expand my mind. dan kebencian itu terus berkecamuk di hatiku dan aku akhirnya selalu ngerasa berat, mikirnya complicated, nggak seperti Angie yang nyantai kayak dulu. demi mengejar critical thinking. Hey, I'm almost 21. I'm seizing the word 'Maturity'.
Temen2,, apakah kamu masih melabeli aku dengan Angie yang ceria???
aku tak mau kehilangan gelar itu.
Ya Allah, sebagai orang yang mulai meninggalkan masa remajanya, aku ingin tahu, inikah aku yang aku inginkan dari dulu?
inikah aku dengan segala jati diriku yang aku cari dari dulu?
inikah aku dengan segala apa yang aku pegang dan aku yakini?
benarkah karakterku memang gak cocok jadi akhwat DS dan lebih pantas berkarakter aktivis ormawa sastra? kalo emang iya, berilah aku kekuatan untuk menerimanya. setiap orang punya keyakinan dan jalannya sendiri2.
harus berapa organisasi yang aku ikuti agar aku mantap menjadi diriku?
how many schools that I have to work for, how many guys do I have to date with, how many people do I have to meet, to convince myself that - yes, this is me?
Apa aku masih labil, sedangkan hanya dalam hitungan hari usiaku akan genap 21?
Jujur, keadaanku saat ini lumayan bikin ga tenang. aku merasa kehilangan diriku yang aku inginkan. kembali ke judul, wild, apakah tuntutan usia dan pengalaman yang semakin maju membuat semua ini terasa liar dan melelahkan?
semua ini penuh dengan pertanyaan. semoga kepanikanku akan perubahanku ini BUKAN karena matakuliah2 yang saya tempuh semakin lama semakin berat. the courses we take at college will imply a lot in our life, won't they?
walah ?!
ReplyDelete