Akireeee aku memutuskan untuk menumpahkan pikiran iki ndek kene. Karepe tak dekek ndek status FB tapi aku kok wedine iki bakalan duwowo koyok jarak antara malang nang melben #aaaahbaper.
Sakjakno aku wes suwe muneg muneg, dadi saiki saat sing pas gawe aku nyritakno.
Mbuwiyen jamane aku S1. Dosenku wi onok sing ngomong bahwa wong barat wi sangat menghargai sing jenenge personal space. Opo iku personal space? Jaga jarak rek. Nyoh penjelasane. Dan iki penjelasane piye personal space iku berlaku ndek beberapa negara. Dadi, jare dosenku, lek ndek barat onok kursi (bah ndek taman, bah ndek kafe) wes dilungguhi wong, misale isih lowong, wong bakalan mikir gawe nglungguhi space iku. Mereka itu menghargai yang namanya "Personal Space". Aku akhire mikir. Yo gak ndek njobo pisan Ma'am. Aku yo pengen nduwe personal space ku dewe.
Itulah mengapa aku nggak begitu suka makan di Pujas, pak japan, kantin FE, ato kantin FMIPA di jam-jam padet-padetnya makan siang. aku kalo kesana mesti pagi jam 8 atau sore jam 3 sekalian. aku nggak suka duduk sebelahan sama orang asing soalnya. Entah apakah salah untuk memiliki pendirian yang seperti itu. Karena ya itu, aku ngerasa orang indonesia kadang2 saking sociablenya suka nimbrung pembicaraan orang.
Pernah waktu aku masih kuliah S1, aku mau makan di FE. Aku sendirian karena abis merpus buat nyekripsih. Dan aku nyari tempat kosong. Untungnya nemu. setelah ambil nasi prasmanan aku lalu duduk disitu, sendirian, dengan tiga bangku kosong disekitarku. lagi enak2nya makan eeeeh tiba tiba ada tiga bapak bapak #entahItuSiapa #DosenApaBukan langsung nduduki bangku disekitarku itu TANPA PERMISI dan langsung ngobrol rumpik sambil mulutnya berdecak. Eikeh jijay dong cyint. Dan aku (secara sengaja) langsung berdiri dari tempat itu dan membawa piring makanku dengan ekspresi nggak seneng dan berharap mereka tahu kalo aku nggak suka ditimbrungin gitu!
Pernah juga kejadian waktu aku ujian masuk pascasarjana. saat jam istirahat aku bersama seorang temanku sesama peserta ujian yang sedang hamdun enam bulan. Aku melahap bekalku bersama dia sambil berbincang bincang di kantin Pasca, bersama beberapa peserta ujian laen dan ada beberapa ibuk ibuk disitu. Aku ngobrol ngobrol, "Anu mbak. Toeflku iki mek (tiiiiit). Gaiso gawe ndaftar nang LN". eeeeh mak bedunduk ibuk ibuk ndek ngarepku iku nyauti, "Yo wes DN ae!" aku kudu misuh rasane. Sampean iki sopo toh buk. Kenal ae gak. Kok moro2 nyolot.
Sak marine kita makan makan itu, temenku itu berdiri kan, terus jalan ke mbak penjualnya buat bayar, terus balik ke aku. nah si ibuk ibuk tadi nanyain,
"Oh mbaknya hamil ya? Nanti kalo kuliahnya keterima gimana? Bayinya ditinggal?"
Hasem. Misale iku aku, aku jelas loro ati ditakoni stranger sala koyok ngunu e pertanyaane. Untung koncoku iki wong e judhes bin nyolot dan wes gak ngefek ambek wong sing lambene koyok ngunu.
Aku mek, "Sabar mbaaak, sabar. aku ngerti sampean ndaftar pasca iki wes perhitungan ambek kehamilane sampean"
(and it turned out she made it to be accepted in pasca and become one of my classmates. and yeah she is one tough mom!!)
Nah jadi sebenarnya di masyarakat kita, di Indonesia, personal space itu kayak gimana berlakunya?
aku golek golek referensi dan aku nemu situs iki
dan disitu dibilangin
"Indonesians tend to stand close to each other, especially in public places. So when you are queuing and can feel the person behind you breathing on to your neck, it is not meant to be rude."
HELL NO. lek jareku, it's DAMN RUDE. makane aku lek ngantri senengane fokus hapean.
sala kadang2 buibuk sebelahku moro moro nimbrung sok ramah padahal ngorek privasi pertanyaane dan cenderung ngejudge -_-
Sabar nji sabar. Aku sih bangga dadi wong indonesia soale terkenal ramah dan semoga aku bisa jadi orang yang stay humble, tapi aku GAK SENENG wong sing sok nimbrung. Yo lek basa basi sing mencairkan suasana dan informatif, Lah kepo e --" sala gak kenal pisan.
To quote from this site, jelas kan lek personal space iku penting. Dan sekarang apa solusinya buat aku memasang sinyal "DON'T DISTURB!" sak gede gaban ndek jidat ? Pasang headset (padahal lagune gak muni), moco hape. Tapi tetep aware sama sekitar bek bek e onok sing nyeluk aku. Ya emang kesannya ansos. But I uphold what so called PERSONAL SPACE. so yeah, I mean it. Kalo mau tanya informasi ini angkot turun mana, ini angkot lewat mana dan sebagainya, yes you may. Go on. But to be kepo with the things I do, the book I read, the clothes I wear, sorry dorry mory if I give you this face.
Note that THIS IS MY PERSONAL OPINION and yes I allow anyone to have a different opinion for this issue. This is TOTALLY OK for me if you disagree with me :) Iki lak sudut pandangku. Lek menurutmu seje, yo monggo.... :)
Monday, December 19, 2016
Sunday, November 20, 2016
4639 km no yume
aku bagai eyeshadow palette yang nggak ada brush nya. masak mau ngolesin eyeshadow pake jari, gila aja. udah pasti hasilnya nggak karu-karuan.
aku bagai contouring cream yang udah dioleskan di wajah berdasarkan area yang semestinya. Namun sayangnya nggak ada brush ato beauty blender. ya begitulah blonteng blonteng kayak orang gila.
aku bagaikan soft matte lip cream yang bener-bener dead matte dan ngikat di bibir, transferproof dan tahan lama, tapi nggak ada makeup removernya. masak mau 24 jam stay di bibir, kan ngerusak.
Aku bagaikan sepasang mata hooded yang butuh ditolong oleh eyetape, tapi eyetapenya nggak ada. eyeshadow gradasi warna warni nggak akan ngefek kalo gini caranya.
aku bagaikan bulu mata palsu yang mau dipasang tapi nggak ada lemnya. ya gimana mau dipasang dong....
aku bagaikan brow cream yang nggak ada kuasnya.
aku bagaikan pensil alis yang nggak ada sikatnya jadi hasilnya terlalu tegas. malah serem.
aku bagaikan cream blush on yang ternyata warnanya kurang keluar.
aku bagaikan maskara kering.
aku bagaikan eyeliner yang kuasnya terlalu lemas.
seperti itulah keadaanku 10 bulan ini, sejak makan malam di restoran ikan bakar itu. Ah oneesan, bisakah jarak 4639 km ini aku lipat seperti aku menghapus riasan wajahku setelah seharian mengajar?
Aerukana, Oneesan. Mata aitai ne :')
aku bagai contouring cream yang udah dioleskan di wajah berdasarkan area yang semestinya. Namun sayangnya nggak ada brush ato beauty blender. ya begitulah blonteng blonteng kayak orang gila.
aku bagaikan soft matte lip cream yang bener-bener dead matte dan ngikat di bibir, transferproof dan tahan lama, tapi nggak ada makeup removernya. masak mau 24 jam stay di bibir, kan ngerusak.
Aku bagaikan sepasang mata hooded yang butuh ditolong oleh eyetape, tapi eyetapenya nggak ada. eyeshadow gradasi warna warni nggak akan ngefek kalo gini caranya.
aku bagaikan bulu mata palsu yang mau dipasang tapi nggak ada lemnya. ya gimana mau dipasang dong....
aku bagaikan brow cream yang nggak ada kuasnya.
aku bagaikan pensil alis yang nggak ada sikatnya jadi hasilnya terlalu tegas. malah serem.
aku bagaikan cream blush on yang ternyata warnanya kurang keluar.
aku bagaikan maskara kering.
aku bagaikan eyeliner yang kuasnya terlalu lemas.
seperti itulah keadaanku 10 bulan ini, sejak makan malam di restoran ikan bakar itu. Ah oneesan, bisakah jarak 4639 km ini aku lipat seperti aku menghapus riasan wajahku setelah seharian mengajar?
Aerukana, Oneesan. Mata aitai ne :')
Thursday, August 4, 2016
Perjalanan ke Tulungagung Sore Itu
Seminggu yang lalu, aku bersama teman2 member DMF48 melakukan perjalanan ke Desa Gombang, Kecamatan Pakel, Tulungagung untuk mengunjungi Nofa yang melepas masa lajangnya. Saat mobil kami melaju dari Malang kota menuju ke Kepanjen, kami tertawa dan berkelakar hingga akhirnya MP3 player mobil kami memutar lagu Coldplay. Aku ingat bahwa beberapa bulan yang lalu aku membagi tautan di facebookku tentang konser Coldplay di Australia pada bulan desember nanti dan beberapa temanku menyambutnya dengan senang. Aku pun juga, karena aku juga menyukai coldplay. Aku lalu berkata pada teman-temanku semobil,
"He rek, wes tau tak kandani kan? Coldplay ate konser ndek ostrali"
"Lha terus, nji?"
"Yo mosok aku ate gak pengin rek, coldplay i lho!"
"Koen pengen nang ostrali, nji?"
"Iyo lah!"
"Iki awake dewe mlaku ngidul lho. Ayo a mesisan?"
"Ayok wes, kintir teko balekambang!"
dan mobil kami pun terus melaju ke selatan, lalu ke barat. Menggapai Tulungagung.
Pergeseran lempeng bumi membawa benua Australia bergerak 7 cm mendekat ke Indonesia setiap tahunnya, kata artikel ini . Ah, walau Australia mendekat pun, tetap saja bagiku itu jauh. Aku tak bisa lompat atau salto, atau kintir teko balekambang, ngliyep, goa cina, whatever you name it. Aku harus naik pesawat. yang tiketnya dibayarin lembaga pemberi Beasiswa :') #nahmulaibaperkan
Ah, selamat malam kota Brisbane yang hanya kusapa lewat peta.
Ada event apa ya di University of Queensland?
Jagakan tempatku disana......
Ada event apa ya di University of Queensland?
Jagakan tempatku disana......
Thursday, March 31, 2016
PERTENGKARAN MISS PRITHA VS. ANGIE
Suatu hari di ruang guru sebuah sekolah swasta di tengah perumahan kota elite di kota malang. Terdapat seorang gadis muda seperempat abad yang sedang berdebat. Perdebatan antara Miss Pritha dan Angie, yang tak lain adalah satu orang yang sama. Sesosok gadis yang pada awalnya hanya Angie saja, namun selama 1,5 tahun belakangan ini entah gimana ceritanya dia menjadi berkepribadian ganda: Angie dan Miss Pritha. Dan dua orang ini sering bertengkar sendiri.
Angie: "Ah, alhamdulillah, aku nemu pdf an sebanyak ini. semuanya materi kuliah bangeeet. Ada tentang ELT, Linguistics, research methods, sampe literature...... download semuaaaa!"
Miss Pritha: "Kamu mau melahap itu semua?"
Angie: "Ya iya lah!"
Miss Pritha: "Terus, kamu apakan?"
Angie: "Ya aku bikin summary, aku bikin PPT, bahkan aku bikin paper baru berdasar buku2 ini, siapa tahu ada call for paper!"
Miss Pritha: "No you can't"
Angie: "Selama 5 tahun makananku ini terus! tentu saja aku bisa melahapnya!"
Miss Pritha: "ANGIE, KAMU HARUS PROFESIONAL! INI PJ GLOBAL SCHOOL, BUKAN FS UM, BUKAN PASCASARJANA UM, BUKAN UNIVERSITY OF QUEENSLAND!!!"
Angie: "Kamu diam, Miss Pritha! aku gak pernah menginginkan ada kamu di diriku. Aku Angie dan hanya satu Angie saja sampai kapanpun!!!"
Miss Pritha: (terhenyak)
Angie: "Abis gini aku kan resign, kamu bakal mati. Nggak ada miss pritha-miss pritha an lagi, Aku nggak nyaman punya kepribadian ganda begini. kayak orang gamang. Aku cuma Angie dan nggak akan ada Miss Pritha, Miss Arima atau siapapun itu. Aku ANGIE."
Miss Pritha: "Tapi nji, kamu masih punya tanggung jawab. semester ini masih baru setengah jalan. Nilai-nilai muridmu harus kamu rekap. Worksheet buat mereka. Ulangan buat mereka. Belajar materi IPS buat ngajar di langsep. Kamu jangan ngimpi terus nji!"
Angie: "Kamu gak inget apa yang Pinky sama Thasya bilang dulu? Bener banget bahwa selama nunggu masuk S2 kita harus belajar dulu, ngulang2 materi S1 dulu. Nanti kan di S2 materi S1 keluar lagi. Makanya aku melakukan ini semua. Mumpung belum telat!"
Miss Pritha: "Kamu apa nggak capek, Nji? ayolah. Cari materi GK dulu buat minggu depan! Belajar ini bisa nanti!"
Angie: "TAPI AKU LAGI SEMANGAT SEKARANG!"
Miss Pritha: "INI DI TEMPAT KERJA, BUKAN DI RUMAH! YANG PROFESIONAL DONG!"
Angie: "Maaf, my heart is no longer here. Ah, masih april ya ini? Juni kapan datang?"
Miss Pritha: "ANGIE! SADAAAAAR!"
Angie: "Aku nggak ngurus, terserah!" (membuka sebuah file pdf, menyimak isinya dengan seksama dan mencatat beberapa highlightnya. lalu dijadikan summary dan menjadikannya PPT. Miss Pritha menatapnya dengan muka berang dan merah padam)
Miss Pritha: "Aku bener-bener gak bisa mbilangin kamu Angie. Kamu bener-bener keras kepala!"
Angie: (terus mengetik selama berpuluh-puluh menit hingga jadilah sebuah summary yang sangat bagus. Kemudian ia memberi nama dan NIM disitu. ia langsung mencetaknya)
Miss Pritha: "ANGIE! Kamu gak mikir printer itu untuk kegiatan KBM saja, hah?!! Bukan untuk keperluan pribadi!! Apalagi ngayal gak penting kayak begini!!"
Angie: "Aku mau ke UM sekarang juga. akan kukumpulkan tugas ini ke dosen, siapapun dosennya... pokoknya akan aku taruh aja, in a random locker"
Miss Pritha: "Astaghfirullah hal adzim, Angie, sadar kamu Nji....."
Angie: ( Tidak menggubris Miss Pritha. dia langsung mengepak tasnya, lari ke bawah dan menaiki motornya. ia langsung melaju meninggalkan perumahan itu. Miss Pritha mengejarnya dan memaksakan diri duduk di boncengan)
Miss Pritha: "KAMU JANGAN BODOH, ANGIE!"
Angie: "Kamu jangan maksa juga! aku tahu apa yang aku lakukan!"
Miss Pritha: "Kamu keluar tanpa ijin! Bisa-bisa kamu kena surat peringatan!"
Angie: "Biarin, Bu Kepsek lagi rapat sama direktur di lounge. Aku bisa cepat!"
Miss Pritha: "Angie, sadar nji.... kamu gak bisa melakukan ini...... dosenmu pasti mengira kamu gila!"
Angie: "Aku nggak peduli! semua dosenku menghargai aku!!"
Miss Pritha: "Tapi nggak gini caranya nunjukin hasrat S2 mu, nji!"
Angie: "Kamu diam miss pritha. atau aku jatuhin kamu di tengah jalan?!"
Miss Pritha: "Kamu gila ya? Kita ini satu orang. kalo kamu jatuhin aku, kamu jatuh juga"
Angie: "Bodoh! Kita hampir sampai kampus UM sebentar lagi!"
Miss Pritha: "Haduh..... benar-benar obsesi yang membuatmu gelap mata. kamu gak peduli tingkahmu itu gak wajar"
Akhirnya "dua orang" itu pun sampai di UM. "Mereka" lari ke gedung FS UM dan menuju ruang dosen Sastra Inggris. Diamatinya loker-loker yang ada disitu. "mereka" asal memilih dosen, dan langsung diletakkannya "tugas" itu. "Mereka" lalu bergegas pergi dan kembali ke sekolah. Kali ini Miss Pritha yang memegang kemudi agar mereka bisa melaju sekencang mungkin dan kembali ke sekolah. dan mereka kembali ke sekolah tanpa ketahuan bu kepsek.
Angie: "gak ada bu kepsek, alhamdulillah. segera ke ruang guru dah!"
Miss Pritha: "Kamu benar-benar gila. Obsesimu itu. Ngayalmu itu. Bener-bener kayak orang skizofrenia. ngerasa dirinya udah jadi mahasiswa lagi. Bener sih niatmu bagus, cuma.... tolong, ini di sekolah. gak enak diliatnya kamu berusaha berpura-pura kuliah gitu!"
Angie: "Aku berpura-pura kuliah, sampai aku lupa bahwa aku sedang berpura-pura. Setidaknya itu yang saat ini menjadi penghiburan dan pelarianku dari keadaanku sekarang yang terpaksa harus memiliki kamu juga. Aku cuma satu!"
Miss Pritha: "Bukan gitu caranya mengusahakan S2 nji"
Angie: "Saat ini situasinya sedang sangat mendukung untuk melakukan ini"
Miss Pritha: "Kamu gila. liat aja kerjaanmu keteteran lagi!"
Angie: (menghela nafas)
dan akhirnya bel berbunyi. "dua orang" itu terpaksa berhenti bertengkar dan berangkat ke kelas P3A untuk mengajar. Tanpa "mereka" sadari hapenya berbunyi, ada pesan dari dosen yang tadi menerima "tugas" itu. Menanyakan apa gerangan maksudnya mengumpulkan tugas yang ia tidak pernah perintahkan, entah untuk matakuliah apa, dan bab apa yang sedang disampaikan. Tapi setidaknya "tugas" yang dikumpulkan tadi sudah merupakan bukti bahwa Angie benar-benar niat untuk melanjutkan pendidikannya.
P.S.: Ini cuma fiksi. Tapi yang fakta adalah bahwa memang benar saya pengen sekolah lagi dan saya suka donlot PDF an :)
Sunday, March 13, 2016
M.A. (a parody of westlife's song entitled My Love)
beforehand, I wanna say "AMPUN, WESTLIFE..... westlifers jangan bully saya...."
An empty form, needs to be filled
a spirit in my heart
I'm fighting for a government scholarship
I wonder how I wonder why
they can be awardees
I also want to learn from them who succeed
(*) and oh M.A,
Here I am pursuing you
reaching a degree that seems so far
Reff:
So I say a little prayer
hope my dreams will take me there
where I can study
and earn my Master of arts degree
overseas from coast to coast
find the campus I want the most
where I can study and earn my next degree,
M.A......
I've read them all, I've worked them all
essays and filling the form
I also have completed the requirements
all of them
I'm fighting hard, I'm praying hard
for my M.A. degree
I want to be granted that scholarship oh oh
(back to *)
To expand my knowledge
to learn from the experts
find the proper way to
contribute to my nation.....
I'm reaching for a dream that seems so far
(back to reff)
I say a little prayer, my dreams will take me there
where I can study and earn my next degree
overseas from coast to coast
find the campus I want the most
where I can study and earn my next degree,
M.A......
An empty form, needs to be filled
a spirit in my heart
I'm fighting for a government scholarship
I wonder how I wonder why
they can be awardees
I also want to learn from them who succeed
(*) and oh M.A,
Here I am pursuing you
reaching a degree that seems so far
Reff:
So I say a little prayer
hope my dreams will take me there
where I can study
and earn my Master of arts degree
overseas from coast to coast
find the campus I want the most
where I can study and earn my next degree,
M.A......
I've read them all, I've worked them all
essays and filling the form
I also have completed the requirements
all of them
I'm fighting hard, I'm praying hard
for my M.A. degree
I want to be granted that scholarship oh oh
(back to *)
To expand my knowledge
to learn from the experts
find the proper way to
contribute to my nation.....
I'm reaching for a dream that seems so far
(back to reff)
I say a little prayer, my dreams will take me there
where I can study and earn my next degree
overseas from coast to coast
find the campus I want the most
where I can study and earn my next degree,
M.A......
Subscribe to:
Posts (Atom)
