Thursday, August 4, 2016

Perjalanan ke Tulungagung Sore Itu

Seminggu yang lalu, aku bersama teman2 member DMF48 melakukan perjalanan ke Desa Gombang, Kecamatan Pakel, Tulungagung untuk mengunjungi Nofa yang melepas masa lajangnya. Saat mobil kami melaju dari Malang kota menuju ke Kepanjen, kami tertawa dan berkelakar hingga akhirnya MP3 player mobil kami memutar lagu Coldplay. Aku ingat bahwa beberapa bulan yang lalu aku membagi tautan di facebookku tentang konser Coldplay di Australia pada bulan desember nanti dan beberapa temanku menyambutnya dengan senang. Aku pun juga, karena aku juga menyukai coldplay. Aku lalu berkata pada teman-temanku semobil,
"He rek, wes tau tak kandani kan? Coldplay ate konser ndek ostrali"
"Lha terus, nji?"
"Yo mosok aku ate gak pengin rek, coldplay i lho!" 
"Koen pengen nang ostrali, nji?"
"Iyo lah!"
"Iki awake dewe mlaku ngidul lho. Ayo a mesisan?"
"Ayok wes, kintir teko balekambang!"

dan mobil kami pun terus melaju ke selatan, lalu ke barat. Menggapai Tulungagung.

Pergeseran lempeng bumi membawa benua Australia bergerak 7 cm mendekat ke Indonesia setiap tahunnya, kata artikel ini . Ah, walau Australia mendekat pun, tetap saja bagiku itu jauh. Aku tak bisa lompat atau salto, atau kintir teko balekambang, ngliyep, goa cina, whatever you name it. Aku harus naik pesawat. yang tiketnya dibayarin lembaga pemberi Beasiswa :') #nahmulaibaperkan

Ah, selamat malam kota Brisbane yang hanya kusapa lewat peta.
Ada event apa ya di University of Queensland?

Jagakan tempatku disana......