Sunday, November 20, 2016

4639 km no yume

aku bagai eyeshadow palette yang nggak ada brush nya. masak mau ngolesin eyeshadow pake jari, gila aja. udah pasti hasilnya nggak karu-karuan.

aku bagai contouring cream yang udah dioleskan di wajah berdasarkan area yang semestinya. Namun sayangnya nggak ada brush ato beauty blender. ya begitulah blonteng blonteng kayak orang gila.

aku bagaikan soft matte lip cream yang bener-bener dead matte dan ngikat di bibir, transferproof dan tahan lama, tapi nggak ada makeup removernya. masak mau 24 jam stay di bibir, kan ngerusak.

Aku bagaikan sepasang mata hooded yang butuh ditolong oleh eyetape, tapi eyetapenya nggak ada. eyeshadow gradasi warna warni nggak akan ngefek kalo gini caranya.

aku bagaikan bulu mata palsu yang mau dipasang tapi nggak ada lemnya. ya gimana mau dipasang dong....

aku bagaikan brow cream yang nggak ada kuasnya.
aku bagaikan pensil alis yang nggak ada sikatnya jadi hasilnya terlalu tegas. malah serem.

aku bagaikan cream blush on yang ternyata warnanya kurang keluar.

aku bagaikan maskara kering.

aku bagaikan eyeliner yang kuasnya terlalu lemas.

seperti itulah keadaanku 10 bulan ini, sejak makan malam di restoran ikan bakar itu. Ah oneesan, bisakah jarak 4639 km ini aku lipat seperti aku menghapus riasan wajahku setelah seharian mengajar?

Aerukana, Oneesan. Mata aitai ne :')