Sunday, November 8, 2015

A bite of rainbow cake for the whole life

Hi dear. I don't know who drove me to write this. Sesuatu yang mungkin sudah sangat dingin. Tapi mungkin habis gini akan dihangatkan lagi. Karena desember sudah menjelang....

Ah, aku selalu suka hujan di bulan Desember.
*kemudian nyanyi lagunya efek rumah kaca*




Desember tahun lalu, saat aku masih bekerja di sebuah pondok pesantren di selatan kota Malang, aku ditantang mas Gading Aulia dan Mbak Ziadatul untuk mengikuti acara Bhinneka Camp yang diadakan oleh Encompass Indonesia. Aku mikir. Apa masih waktunya ya, aku yang udah lulus gini, dan mulai fokus membangun karir yang bagus, mengikuti acara yang berwarna mahasiswa seperti ini. Mas Gading bilang, udah, daftar aja. Umurnya masih cukup kan?

Iya sih. Waktu itu umurku 24. dan batas umurnya adalah 25. Akhirnya aku bikin essay yang entah benang merahnya apa, entah main ideasnya apa, entah thesis statementnya apa.

Dan surprisingly I was shortlisted. Ya, aku terpilih menjadi peserta program itu. Sebuah workshop multikultural yang mempertemukan aku dengan saudara-saudara baru dari seluruh nusantara. For the details of the event, my friends told them better. Here they are: Monik,  Putri, Sri,  and Masduri.

yeah, this event was a year ago. Eforianya udah selesai tapi aku gak mau kebersamaan kita berakhir jadi grup LINE yang selalu bunyi ting tong ting tong.

Dan di acara itu aku bener-bener untuk pertama kalinya ngerasain sensasinya punya sodara baru dari daerah lain, dengan point of view lain, dengan tempaan yang berbeda hingga terbentuklah mindset yang beda pula. Dari situ aku merasa,

"Duh, semoga tidak terlambat. temen2 lain udah pada yang banyak ikutan acara tingkat nasional yang mempersaudarakan se-Indonesia seperti ini sejak masih sangat muda. Aku baru memulainya setelah lulus kuliah. Semoga kedepannya aku akan mendapatkan banyak kesempatan berada di forum seperti ini"

Yes, dear. Aku merasa butuh forum seperti ini lagi. I need to open my eyes wider to enable me seeing from different perspective. Feeling you, feeling him, feeling them all. Just like biting a piece of rainbow cake and munch it. Memberi secuil energi baru buat aku nerusin hidup.






Hingga akhirnya hidupku berlanjut. Resign dari pesantren, pindah ke sekolah internasional di tengah perumahan elit deket rumah. Ombak yang mengguncangku di sekolah itu semakin menguatkan motivasiku untuk lanjut S2 dan menjadi seorang dosen. Dengan segala upaya untuk terus berkembang ditengah materi pelajaran SD yang sederhana, aku memutuskan untuk mengikuti berbagai seminar dan conference. Merely because my dream is to be a Linguistics Lecturer, tapi juga berdiri di ELT terutama EYL. Kayak beberapa dosenku yang berdiri di dua kaki gitu.

Yang pertama, jadi participant di NELTAL conference dimana aku mendapat banyak sekali inspirasi judul penelitian yang bisa kulakukan sembari aku mengajar. Alhamdulillah bisa mengenal researcher-researcher dari kota lain. Masih lokal jawa timur sih, tapi kan, bagus dong dapet insight.

Kemudian aku mencoba mengirim abstrak ke konferensi NCOLLT (national conference on language and language teaching) di surabaya dan ternyata aku diterima, jadilah aku presentasi disitu dan aku berkenalan dengan researcher dari sidoarjo. Ya masih lokal sih.......

Pertengahan oktober lalu aku memberanikan diri mengirim abstrak ke ELTLT conference yang diadakan UNNES, semarang. Aku yang gak pede dengan penelitianku yang membahas kualitas terjemahan lagunya JKT48 itu bertemu dengan banyak researcher dari seluruh Indonesia yang penelitiannya jauh lebih keren! I felt amazed and pathetic at the same time....
ada yang dari Bangka Belitung, Jogja, Jakarta, Semarang, bahkan Filipina.
ya iya sih international conference.

Entah mengapa, there's an indescribable excitement ketika bertemu dengan saudara baru di Tanah Air. Dan aku gak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.
Aku ngeliat dosen-dosenku yang sering sekali pergi ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjalankan berbagai program peningkatan mutu guru, dan berpikir, "What a tremendous responsibility, mungkinkah suatu hari nanti aku dapat amanah itu? Apa aku bisa?" dan aku harus bisa memahami suatu daerah di Indonesia ini, dengan cara berteman dan berbagi bersama teman-teman se Indonesia.

Kupikir kalau cuma teman-teman Bhinneka camp masih kurang.....

Ah, habis gini Desember. Deadline pengumpulan abstrak untuk TEFLIN conference, konferensi pengajar Bahasa Inggris paling tinggi se-Indonesia. Sudah berapa ratus temanku presentasi disana dan aku ingin bisa juga. Walau aku belum secanggih itu dalam membuat paper. Tapi aku berharap bisa memulai langkah yang lebih mantap dalam jagad per-research-an #halah

Semoga bisa tembus TEFLIN. terus kenalan sama researcher dari berbagai daerah dan lalu sharing2 soal ELT di daerah masing.

Iya itu asyik. Dan bismillah aku akan mengusahakannya.

tapi ada satu lagi momen mengharukan yang menggugah.

Dimana kita bener-bener ditempa nasionalisme nya, bisa jadi lebih dahsyat dari pas aku di Bhinneka Camp dulu.

Bener-bener ditempa mentalnya untuk jadi pembaharu Indonesia. Menuju cita-cita Indonesia untuk menjadi generasi emas di tahun 2045 nanti. Masih lama emang, tapi perjuangannya harus dari sekarang.

Acara-acara yang lebih menempa dan menampar.

Acara yang selama ini dokumentasinya aku tonton di Youtube dikala sumpek sama kerjaan.
dan bahkan sukses bikin aku mbrabak dan nafas berat di ruang guru.

yang bikin aku download lagunya almarhum Chrisye yang judulnya "Negeriku"

dan makin mbrabak ketika denger lagu Tanah Airku.
(iya aku semester kemarin pernah ngajarkan lagu ini ke muridku pas gantiin guru musik ga masuk. dan beneran aku berkaca kaca dan ngluyur sebentar ke pojok kelas buat nuntasin nangis sebentar)

Video-video yang belakangan ini rajin kutonton itu adalah.....

Dokumentasi kegiatan PK LPDP =')

apalagi pas ada part dimana para awardee malam-malam dibacain renungan yang berapi-api sampe pada nangis semua, walaupun bapak-bapak calon doktor ikutan nangis juga. Terus nyium bendera merah putih satu-satu. Misalnya pas itu aku lagi nggak di ruang guru mungkin aku udah ga bisa nahan nangis =')

And yes I'm thinking of my friends and lecturers who are awarded that scholarship: Bu Yusnita, Mas supenk, mbak jijonk, matapink, mbak palguna, juragan irul, mazhi, halim, dan..... Oneesanku :')


Iya, aku merindukan saat nasionalisme ditempa hebat seperti di forum-forum yang itu.
Semoga segera tiba saatku untuk bertemu dengan saudara baru dari seluruh Indonesia, menempa nasionalisme bersama, membuat sumbangsih untuk bangsa. sekarang, esok dan selamanya.......

di sana.

Segigit rainbow cake untuk mengubah ritme darah kita. Dalam memandang Indonesia. Dan menyikapi segala yang terjadi di dalamnya.

udah ah, aku mau bikin RPP dulu..... biar sekolahku bisa jadi batu loncatan yang sangat kuat buat aku menuju impianku :)

No comments:

Post a Comment